Sumber: Excerpts from "https://pdfs.semanticscholar.org/f933/f689b9b705857d01823577b7310122492c92b.pdf" (JURNAL INFORMATIKA, Vol.9 No.1 April 2022)
Gambaran Umum
Dokumen ini merupakan tinjauan dari sebuah penelitian yang membahas penerapan metode hybrid Multi-Attribute Decision Making (MADM), yaitu kombinasi dari Analytical Hierarchy Process (AHP), Simple Additive Weighting (SAW), dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), untuk pemilihan taman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) terbaik di Kelurahan Tambangan Semarang. Perlombaan taman TOGA diadakan untuk mendorong masyarakat kembali memanfaatkan alam dan menanam tumbuhan berkhasiat di pekarangan rumah. Proses pemilihan taman TOGA terbaik secara manual memiliki kelemahan seperti memakan waktu lama dan berpotensi terjadi kesalahan manusia (Human Error), yang dapat berujung pada ketidaksesuaian hasil dan potensi masalah sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pengambilan keputusan ini dengan memanfaatkan metode MADM.
Tema Utama
- Pentingnya Tanaman Obat Keluarga (TOGA): Sumber menekankan peran TOGA dalam kesehatan masyarakat Indonesia, yang memiliki sejarah panjang penggunaan obat tradisional. Program TOGA dianggap sebagai upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat kembali memanfaatkan alam di tengah kenaikan harga obat modern.
- Tantangan dalam Pengambilan Keputusan Manual: Proses pemilihan taman TOGA terbaik secara manual di Kelurahan Tambangan Semarang dinilai tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan, yang dapat menyebabkan ketidakpuasan dan berkurangnya minat masyarakat dalam program tersebut di masa mendatang.
- Penerapan Multi-Attribute Decision Making (MADM): Penelitian ini mengusulkan penggunaan MADM sebagai solusi untuk membantu Kelurahan Tambangan Semarang dalam menentukan taman TOGA terbaik secara objektif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
- Metode Hybrid AHP-SAW-TOPSIS: Penelitian ini mengimplementasikan kombinasi tiga metode MADM:
- AHP: Digunakan untuk menentukan bobot parameter atau kriteria.
- SAW: Digunakan untuk perhitungan matriks normalisasi.
- TOPSIS: Digunakan untuk proses perankingan dan menentukan hasil akhir.
- Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Mobile: Hasil perhitungan dari metode hybrid diimplementasikan dalam aplikasi mobile Android untuk memudahkan pengguna (Kelurahan Tambangan Semarang) dalam menggunakan sistem pendukung keputusan ini.
Ide dan Fakta Penting
- TOGA sebagai Warisan Budaya dan Kesehatan: "Sejak ribuan tahun lalu masyarakat di Indonesia memiliki gaya hidup serta kebiasaan yang dekat dengan alam, termasuk dalam menjaga kesehatan, masyarakat Indonesia telah melakukan pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi berbagai macam permasalahan kesehatan karena mudah didapat dan dipercaya memiliki efek samping yang ringan jika dibandingkan dengan obat yang dibuat (Selatan, 2021)."
- Tujuan Lomba Taman TOGA: "Perlombaan taman TOGA diadakan oleh kelurahan Tambangan selain untuk membuat warga agar tergerak dalam membuat taman TOGA di rukun tetangga masing-masing juga untuk membuat jiwa sosial masyarakat ada."
- Kelemahan Pengambilan Keputusan Manual: "Cara manual umumnya memiliki kelemahan dalam melakukan proses data yang membutuhkan waktu lama serta timbulnya Human Error yang tidak bisa dihindarkan."
- Dampak Pengambilan Keputusan yang Tidak Tepat: "Pengambilan keputusan yang tidak tepat akan mengakibatkan taman TOGA yang terpilih tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Ketidaksesuaian pemilihan taman TOGA ini akan mengakibatkan kegaduhan, ketidakstabilan, kecemburuan sosial, serta bisa menjadi pemicu berkurangnya minat masyarakat di kelurahan Tambangan Semarang dalam pembangunan taman TOGA untuk pelaksanaan lomba di tahun berikutnya."
- Peran MADM: "MADM dimanfaatakan untuk mencari opsi ideal dari sejumlah opsi dengan parameter yang sudah ditentukan (Sutoyo, 2017)."
- Metode Hybrid: "Metode hybrid merupakan teknik penggabungan dua atau lebih metode untuk mendapatkan hasil akhir yang berasal dari masing-masing perhitungan metode."
- Kriteria Penilaian Taman TOGA: Berdasarkan wawancara, kriteria yang digunakan dalam pemilihan taman TOGA terbaik meliputi:
- Keragaman
- Kerapian
- Identitas tanaman
- Inovasi produk
- Ukuran taman
- Jumlah tanaman
- Kebersihan lingkungan
- Dokumentasi
- Alasan Pemilihan Metode Hybrid AHP-SAW-TOPSIS:AHP: "Metode AHP dipilih karena berperan penting di dalam penentuan bobot parameter atau kriteria."
- SAW: "metode SAW dipilih karena berperan penting untuk perhitungan matriks normalisasi."
- TOPSIS: "metode TOPSIS dipilih karena berperan dalam menghasilkan ranking terhadap alternatif yang diketahui, sehingga bisa memberikan rekomendasi alternatif yang paling baik dari alternatif yang ada."
- Hasil Perankingan: Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode hybrid dengan 8 kriteria dan 4 alternatif (RW2 (RT4), RW3 (RT1), RW4 (RT1), RW4 (RT2)), hasil perankingan menunjukkan:
- RW4 (RT1): 0.58601
- RW2 (RT4): 0.47370
- RW4 (RT2): 0.35183
- RW3 (RT1): 0.22186
- Rekomendasi Utama: Berdasarkan hasil perhitungan, "taman TOGA RT1 dari RW4 memiliki posisi peringkat yang paling tinggi dengan jumlah nilai 0,586." (Dalam kesimpulan, skor tersebut sedikit berbeda, yaitu 0,58601).
- Kemudahan Penggunaan: Sistem pendukung keputusan ini dapat diakses dengan mudah melalui perangkat mobile Android, memungkinkan pengguna untuk menambah, mengedit, dan menghapus kriteria serta alternatif, dan melihat hasil rekomendasi.
Kesimpulan
Penelitian ini berhasil mengimplementasikan metode hybrid AHP-SAW-TOPSIS untuk membangun sistem pendukung keputusan dalam pemilihan taman TOGA terbaik di Kelurahan Tambangan Semarang. Metode ini secara efektif menggabungkan kekuatan AHP untuk pembobotan kriteria, SAW untuk normalisasi, dan TOPSIS untuk perankingan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa taman TOGA RW4 (RT1) merupakan alternatif terbaik berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Implementasi sistem pada perangkat mobile Android memberikan kemudahan akses bagi Kelurahan Tambangan Semarang dalam melakukan proses pemilihan secara objektif dan efisien, sehingga diharapkan dapat mengatasi kelemahan pengambilan keputusan manual. Penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dengan mempertimbangkan metode hybrid lainnya.